Maret 22, 2023

Bupati Ipuk Kembali Ngantor di Desa Percontohan Ramah Perempuan dan Anak di Banyuwangi

B88 Indonesia РProgram Bunga Desa (Bupati Ngantor di Desa) kembali dijalankan oleh Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, yang melakukan kunjungan kerja ke Desa Watukebo, Kecamatan Blimbingsari pada Kamis (16/3/2023). Desa tersebut merupakan pilot project dari model Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA).

Desa Watukebo telah ditetapkan sebagai Desa RPPA yang diinisiasi langsung oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga pada tahun 2021.

Dalam kunjungan kerjanya, Bupati Ipuk memberikan berbagai program untuk perempuan, terutama untuk perempuan kepala rumah tangga. Program-program tersebut antara lain bantuan usaha melalui program Kanggo Riko (bantuan usaha) dan Warung Naik Kelas (Wenak).

Baca Juga: Program Kanggo Riko, Bupati Ipuk Berikan Bantuan 60 Persen untuk Perempuan Kepala Keluarga

Bupati Ipuk juga mengunjungi ibu rumah tangga penjual tahu lontong, Hamsiyah, yang menjadi tulang punggung keluarga.

“Enak tahu lontongnya padahal tempatnya nyempil tidak di pinggir jalan. Semoga lancar terus usahanya,” ujar Bupati Ipuk setelah menyerahkan bantuan tersebut.

Program “Kanggo Riko” dalam bahasa Using berarti “Untuk Anda”. Program ini difokuskan untuk memberdayakan ribuan warga miskin dengan memberikan dana penguatan ekonomi bagi rumah tangga miskin (RTM) yang sedang merintis usaha atau berniat meningkatkan usahanya.

Setiap RTM mendapat bantuan sebesar Rp2,5 juta, yang disesuaikan dengan kebutuhan usahanya.

“Tahun ini, program Kanggo Riko akan diberikan kepada 1.700 RTM. Kami menargetkan lebih dari 60 persen bantuan akan diberikan kepada perempuan kepala rumah tangga,” kata Bupati Ipuk.

Bupati Ipuk juga memberikan bantuan alat usaha kepada janda penjual rujak, Aspupah, melalui Warung Naik Kelas (Wenak).

Baca Juga: Tumit Kering Auto Glowing! 5 Bahan Alami Untuk Sembuhkan Tumit Kaki Pecah-pecah

Selain itu, Bupati Ipuk juga melihat langsung pelatihan usaha ibu rumah tangga berbahan dasar daur ulang. Mereka juga dilatih memilah sampah rumah tangga yang organik dan anorganik melalui bank sampah.

Sampah organik tersebut kemudian diolah menjadi ecoenzym untuk dijadikan berbagai produk seperti sabun, pupuk, lulur, pembersih, dan lain-lain.

Bupati Ipuk menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Banyuwangi akan terus menggulirkan program-program penguatan kapasitas perempuan dan perlindungan hak-hak anak di Banyuwangi.

B88

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *